Waterproofing Beton Sebagai Bagian Penting Proses Konstruksi Dasar

Proses waterproofing adalah proses penting dalam setiap konstruksi, tanpa adanya waterproofing, segala jenis properti dapat berisiko terjadi kerusakan dengan cepat

Basement gedung adalah salah satu bagian bangunan yang memiliki risiko paling tinggi terhadap rembesan air. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah teknologi yang mampu mencegah sekaligus melindungi permukaan dinding, lantai dan juga atap basement dari potensi air yang merembes dari luar. Teknologi konstruksi yang kemudian populer untuk menyelesaikan masalah ini dikenal dengan istilah waterproofing integral.

Proses Konstruksi

Secara sederhana waterproofing adalah prosedur konstruksi membuat sebuah objek tahan dan memiliki kekuatan untuk membendung rembesan air, baik yang datang dari luar maupun dari dalam. Proses waterproofing pada keseluruhan sisi basement adalah contoh konkrit dalam bidang ini. Sementara beberapa objek lain yang juga memiliki kaitan erat dengan proses waterproofing adalah waterproofing atap beton, waterproofing septictank, waterproofing dinding dan lain sebagainya.

Pada proses waterproofing dak beton untuk atap sebuah bangunan, teknis yang digunakan berbeda dengan teknik waterproofing pada basement. Proses ini berbeda dari sisi komposisi bahan utama waterproof mau pun teknis pengerjaannya. Karena itu memang dibutuhkan sebuah pengalaman yang memadai dalam proses pengerjaannya. Ini dilakukan semata-mata untuk mendapatkan hasil yang sempurna dan tidak meninggalkan masalah dikemudian hari.

3 Teknis Utama dalam Proses Waterproofing

sesuai dengan objek dan penempatannya, teknis waterproofing juga berbeda-beda. Waterproofing integral tentu berbeda dengan waterproofing membrane, sedangkan waterproofing membrane juga tidak sama dengan teknis waterproofing coating. Akan tetapi dilihat dari sisi tujuan dan fungsinya, semua proses waterproofing ini memiliki satu tujuan saja, yakni membuat bahan konstruksi berupa semen, beton, atau cor-coran dapat tahan terhadap sifat air yang merembes melalui pori-pori beton itu sendiri.

Namun secara umum, teknis melakukan waterproofing dapat dikelompokkan dalam tiga bagian yaitu:

  • Integral Waterproofing atau pelapisan kedap air Integral.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, waterproofing integral banyak diaplikasikan pada proses konstruksi basement sebuah gedung. Tujuan dari prosedur waterproofing ini adalah menciptakan lapisan yang kedap air sehingga mampu menahan penetrasi dan rembesan air dari luar.

Jika sebuah basement tidak dilakukan prosedur waterproofing pada proses konstruksinya, risiko yang paling jelas adalah kemungkinan struktur basement yang bisa menjadi basah, lembab, juga berjamur. Kondisi seperti ini tentu saja menjadi salah satu penyebab dari pendeknya usia basement.

  • Waterproofing Membrane

Dapat dikatakan bahwa waterproofing membrane atau prosedur proses kedap air membran merupakan awal dari proses waterproofing konstruksi secara luas. Sebelum teknik waterproofing model integral ditemukan, aplikasi waterproofing pada konstruksi umumnya menggunakan teknis ini.

Bahan utama dari waterproofing membrane adalah kombinasi dari bahan kimia berupa monomer, etilena, propilena yang dikombinasikan dengan karet. Teknis ini biasa diterapkan pada proses waterproofing dak beton atau pun atap beton.

Sesuai dengan namanya, waterproofing membrane menggunakan lembaran (membran) yang berfungsi sebagai lapisan kedap air. Salah satu kunci kesuksesan dari teknis ini adalah bahwa tidak boleh ada kelalaian saat proses aplikasinya.

waterproofing dak beton

Waterproofing membrane adalah salah satu yang mudah diaplikasi pada proses konstruksi sebuah bangunan

  • Waterproofing Coating

Sesuai dengan istilahnya yang digunakan, teknis waterproofing ini menggunakan coating atau pelindung yang ditempatkan pada area-area yang berpotensi terimbas penetrasi air.

Bahan utama dari teknis waterproofing coating adalah struktur bahan polymer berbentuk cat. Aplikasi teknis bisa dilihat pada proses waterproofing bak mandi, kolam renang, tangki. Dan bisa juga diaplikasikan pada permukaan kayu.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *