Ketahui Rahasia Pasang Lisplang dengan 2 Metode Ampuh dan Mudah

Metode Ampuh Rahasia Pasang Lisplang

Pernahkan anda memperhatikan bagian paling luar dari atap rumah itu sebenarnya disebut dengan apa?  Walaupun dalam dunia konstruksi sudah biasa nyatanya banyak orang awam yang tidak tahu apa itu lisplang dan fungsinya untuk apa. Jika dilihat sekilas keberadaan lisplang menambah nilai seni dan kerapian dari struktur atap bangunan maupun rumah.

Teknik pasang lisplang 

Secara garis besar lisplang adalah bagian yang menutupi rangka atap dan plafon sekaligus melindunginya dari cuaca tidak bersahabat seperti panas dan hujan agar lebih awet, dan membuat bangunan terlihat lebih rapi. Material yang paling banyak digunakan untuk lisplang adalah grc board, namun pada beberapa bangunan khusus ada pula yang menggunakan material kayu dengan sentuhan ukiran.

Tahap pemasangan lisplang sendiri biasanya dilakukan oleh orang profesional, tidak jarang pemasangan lisplang grc dilakukan pada waktu yang sama ketika proses pembangunan. Tahap ini biasanya masuk ke dalam tahap finishing. Namun tidak menutup kemungkinan juga jika anda ingin memasangnya sendiri di rumah.

Dalam dunia konstruksi dikenal 2 cara pemasangan lisplang yaitu :

Pemasangan lisplang vertikal

Cara ini disebut-sebut sebagai cara yang paling cepat dan mudah dalam proses pemasangan lisplang grc, namun jika dilihat dari segi kekuatan tidak terlalu kuat sebab hanya menggunakan satu baris skrup saja.

Tapi cara ini lebih banyak digunakan karena lebih cepat, ekonomis, dan mudah. Banyak diterapkan pada proyek-proyek perumahan yang notabene pengerjaannya dikejar deadline, sehingga menuntut pekerjanya untuk berkerja secara cepat dan tepat.

Cara pemasangannya biasanya ditempelkan pada reng baja ringan. Pertama lakukan pengukuran terlebih dahulu agar mudah saat memotong grc board. Setelah dipotong tempelkan lisplang pada bagian reng baja ringan, pastikan menutupi bagian plafon juga. Setelah itu kencangkan dengan skrup sebanyak satu baris memanjang dengan jarak antar skrup sekitar 20-30 cm.

Pemasangan lisplang diagonal

Sistem pemasangan diagonal biasanya diterapkan pada bangunan dengan skala yang lebih besar seperti gedung, tapi tidak menutup kemungkinan juga digunakan pada rumah biasa. Cara ini dipilih sebab memiliki kekuatan yang lebih besar dari pada cara vertikal, sayangnya biaya yang dikeluarkan jauh lebih mahal.

Jika cara vertikal hanya ditempelkan pada reng baja ringan saja, pada sistem diagonal ini lisplang dipasang pada profil c baja ringan pada kerangka atap, jadi untuk pemasangannya membutuhkan profil c yang lebih banyak artinya biaya yang dibutuhkan juga semakin membengkak.

Lisplang dipasang melintang sesuai dengan kebutuhan, kemudian disatukan menggunakan skrup sebanyak 2 baris pada bagian atas dan bawah, agar dapat mengunci dengan sempurna dan kuat sebaiknya jarak antar skrip tidak terlalu jauh cukup 20 hingga 40 cm saja.

Proses finishing cukup dilakukan pendempulan pada bagian skrup dan sambungan lisplang, agar hasilnya terlihat lebih rapi dan mudah saat proses pengecatan.

Sebenarnya memasang lisplang pada bangunan itu tidak wajib, namun bangunan yang tidak ditutupi dengan lisplang akan terlihat kurang rapi sebab kerangka atap terlihat dan rawan plafon jebol, sebab air hujan yang masuk ke dalam lambat laun menyebabkan palfon menjadi lapuk.

 

This entry was posted in Konstruksi. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *