Mau Pakai Waterproof untuk Bangunan? Kenali Dulu Jenis-jenisnya!

Pasti sebel banget kan kalau kamu masuk ke sebuah ruangan yang bocor saat hujan. Semua barang yang ada di ruangan bisa jadi basah. Bahkan kalau bocornya teris-terusan dibiarkan lama-lama air akan menggenang. Untuk mencegah agar sebuah bangunan atau ruangan tidak bocor saat hujan, kamu bisa menggunakan pelapis pelindung air atau waterproof. Sudah banyak kok kontraktor waterproofing seperti di Rekonstruksi.com yang bisa kamu hire untuk membenahi bangunanmu. Akan tetapi, sebelum kamu menggunakan waterproofing, kamu harus tahu dulu beberapa jenisnya agar tidak salah dalam memilih. Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Jenis-jenis Waterproof yang Bisa Kamu Pilih

Biasanya pihak aplikator waterproofing akan memberikan beberapa rekomendasi pelindung air yang dapat kamu pilih sesuai dengan keinganan dan kebutuhan. Bayangkan saja kalau kamu tidak paham jenis-jenisnya, kamu akan bingung sendiri. Malah yang lebih parah kamu bisa dibohongi oleh pihak aplikator. Nggak mau kan? Makanya, kenali jenis-jenis waterproof berikut ini agar kamu mengerti mana yang lebih cocok sesuai dengan kebutuhan bangunanmu.

1. Waterproofing Membran

Waterproofing Membran

Perlu kamu tahu bahwa waterproofing yang pertama dikembangkan menggunakan membran. Sistem ini dikenal efektif untuk mencegah air masuk ke dalam permukaan bangunan. Membran adalah lembaran yang terbuat dari monomer kimia, etilenapropilena, dan dipadukan dengan bahan karet. Karena mengandung karet, maka membran sifatnya relatif elastif dan tahan air. Banyak pemilik gedung yang menggunakan waterproofing jenis ini untuk melapisi struktur bangunan mereka agar tahan bocor. Kalau kamu tertarik menggunakan membran, konsultasikan saja dengan kontraktor waterproofing yang kamu percaya.

2. Waterproofing Coating

Waterproofing Coating

Kamu pernah melihat pelapis anti bocor yang berupa cairan cat? Ya, itulah yang disebut dengan waterproofing coating. Jenis waterproof ini bisa digunakan sebagaimana kamu mengecat tembok rumah. Bentuknya cair dan mempunyai beberapa varian warna, meskipun lebih banyak ditemukan warna abu-abu atau putih. Kalau kamu tidak ingin terlalu ribet menggunakan waterproof, sepertinya jenis yang satu ini cocok buat kamu. Tapi disarankan kamu menggunakan jasa aplikator waterproofing agar pengaplikasiannya lebih pas dan efektif untuk melindungi bangunanmu dari air yang menyebabkan kebocoran di dalam ruangan.

3. Waterproofing Integral

Kalau dua jenis waterproof sebelumnya sifatnya menambahkan zat lain untuk melapisi struktur bangunan dari luar, lain halnya dengan jenis integral yang satu ini. Waterproof integral menyatukan zat pelapis kedap air dengan struktur bangunan yang dibuat. Hasilnya berupa beton yang kedap air, sehingga air tidak dapat merembes ke dalam beton. Biasanya waterproof jenis ini banyak digunakan untuk membangun basement, kolam, atau bak penampungan air dengan ukuran yang besar. Kontraktor waterproofing dari Rekonstruksi.com pasti akan memberikan rekomendasi kepada kamu untuk menggunakan waterproofing integral jika memang benar-benar diperlukan untuk beberapa bagian gedung tertentu.

Itulah tiga jenis waterproof atau pelapis kedap air anti bocor yang bisa kamu gunakan untuk melindungi bangunanmu agar tidak bocor. Konsultasikan penggunaan waterproof kepada kontraktor atau aplikator yang kamu percaya, sehingga hasilnya bisa benar-benar maksimal. Dengan begitu, dijamin bangunanmu akan bebas dari insiden kebocoran!

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *