Harus Kamu Tahu, Inilah Step By Step Proses Waterproofing Metode Membrane Bakar 

Waterproofing dengan metode membrane bakar adalah salah satu teknik yang menarik sekaligus terkesan akrobatik. Dari sisi kualitas teknik ini juga baik dan memuaskan.

Waterproofing Metode Membrane Bakar 

Waterproofing membrane bakar atau kadang seringkali disebut juga sebagai waterproofing asphalt, adalah teknik pemasangan lapisan kedap air berupa membran atau lapisan yang teknis perekatannya pada bidang dengan cara dibakar. Atau dalam istilah tekniknya disebut torch on. Ini adalah salah satu teknis yang paling banyak diaplikasikan pada konstruksi modern. Hal yang membuat metode waterproofing membran bakar banyak digunakan karena efektivitasnya sebagai lapisan yang kuat menahan penetrasi rembesan air.

Pertimbangan lain yang membuat teknis waterproofing asphalt ini sangat diminati dalam dunia konstruksi modern adalah karena kemampuan waterproofing jenis ini dalam meredam sinar Ultra Violet atau UV dan juga bahaya radiasi kimiawi. Selain itu waterproofing model ini juga sangat solid dan kuat dalam aplikasinya sehingga memungkinkannya diaplikasikan pada lantai kolam renang di atas gedung. Karena itu teknis pelapisan kedap air yang kadang disebut juga sebagai waterproofing sika ini banyak sekali diaplikasikan pada atap beton gedung apartemen, hotel, dan juga bangunan-bangunan lainnya.

Iklim Indonesia dengan curah hujan tinggi khas negara tropis juga membuat waterproof jenis membrane bakar begitu populer. Kemampuannya menahan partikel yang merembes objek yang dilapisinya telah teruji secara nyata, bahkan untuk ukuran waktu yang lama dan curah hujan yang tinggi.

Langkah-langkah Penting Pemasangan Waterproofing Metode Membrane Bakar

Meskipun waterproofing sika adalah salah satu teknis dan produk waterproofing yang dianggap paling efektif, namun tanpa dibekali oleh pengetahuan dan pengalaman pada proses aplikasinya, hasil dari teknis bisa saja tidak akan maksimal.

Untuk itu memang dibutuhkan suatu teknis step by step sebagai guidance pada proses instalasi waterproofing jenis membrane bakar. Hal ini menjadi prosedur wajib untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Lantas apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses pemasangan membrane bakar? Berikut kita akan mengulasnya satu-persatu.

  • Objek medan yang benar-benar bersih dan rata.

Tidak hanya bersih, kondisi objek seperti atap beton, lantai kolam renang atau lainnya yang menjadi media pemasangan waterproofing harus benar-benar bersih.

Bersih disini ialah bersih dari segala jenis partikel yang dapat menjadi pengganjal proses waterproofing. Batu kerikil, debu, paku, dan lain sebagainya harus benar-benar dipastikan bersih pada struktur permukaan beton yang akan dilapisi membrane waterproofing.

  • Pelapisan primer coating

Lapisi permukaan struktur beton yang akan dilapisi waterproofing dengan primer coating (pelapis dasar sebelum waterproofing membrane bakar dipasang). Pada sudut dimana permukaan naik ke dinding, lebarkan primer coating kurang lebih 20 cm.

pada proses kedua ini primer coating juga harus dipastikan rapi dan menutup keseluruhan struktur beton yang menjadi media.

Pelapisan primer coating

Pada perubahan medan dari lantai menjadi dinding, menaikkan membrane kurang lebih 20 centimeter adalah prosedur utama teknis waterproofing ini.

  • Pemasangan membrane

Pasang lembaran waterproofing membrane secara merata dengan sambungan overlaping kurang lebih 10 centimeter. Seperti halnya pada langkah pemasangan primer coating, proses pemasangam membrane juga harus dipastikan rapi dan menutupi keseluruhan permukaan beton.

proses pemasangan waterproofing dengan cara dibakar ini adalah bagian inti yang perlu mendapat perhatian ekstra. Kondisi api yang digunakan harus merata, prosesnya juga harus mengikuti prosedur yang telah diinfokan oleh pihak produsen pada petunjuk yang telah tersedia.

  • Pengetesan

Proses pengetesan dapat dilakukan dengan membuat permukaan yang sudah dilapisi tergenang oleh air. Proses ini biasanya memakan waktu 1 x 24 jam.

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *